Saat ingin mengirim barang menggunakan truk, Anda mungkin pernah menemukan istilah FTL dan LTL. Kedua istilah ini cukup umum dalam dunia logistik, terutama untuk pengiriman barang dalam jumlah menengah hingga besar.
Secara sederhana, FTL dan LTL membedakan bagaimana kapasitas kendaraan digunakan. FTL menggunakan satu kendaraan khusus untuk satu pengiriman, sedangkan LTL memungkinkan beberapa pengiriman menggunakan ruang dalam kendaraan yang sama.
Pilihan antara keduanya tidak hanya bergantung pada jumlah barang. Anda juga perlu mempertimbangkan volume, jenis barang, tujuan, kebutuhan waktu pengiriman, hingga biaya.
Agar lebih mudah menentukan pilihan, kami akan membahas perbedaan FTL dan LTL secara sederhana dalam artikel ini.
Apa Itu FTL?
FTL adalah singkatan dari Full Truck Load, yaitu sistem pengiriman ketika satu kendaraan atau truk dialokasikan khusus untuk muatan dari satu pelanggan.
Dalam sistem ini, barang Anda tidak perlu digabung dengan kiriman pelanggan lain dalam kendaraan yang sama.
Meskipun namanya Full Truck Load, bukan berarti barang harus selalu memenuhi 100% ruang truk. Anda tetap dapat menggunakan sistem FTL meskipun barang belum memenuhi seluruh kapasitas kendaraan apabila memang membutuhkan kendaraan khusus.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan ingin mengirim stok produk dari Jakarta menuju Sumatera. Jumlah barang cukup besar dan perusahaan ingin menggunakan satu truk khusus agar perjalanan lebih langsung.
Untuk kebutuhan seperti ini, FTL dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Sistem FTL juga sering digunakan untuk:
- Pengiriman barang dalam jumlah besar
- Distribusi stok antar gudang
- Pengiriman barang proyek
- Barang yang membutuhkan kendaraan khusus
- Pengiriman dengan jadwal tertentu
- Barang yang ingin meminimalkan proses bongkar muat tambahan
Apa Itu LTL?
LTL adalah singkatan dari Less Than Truck Load, yaitu sistem pengiriman ketika barang hanya menggunakan sebagian kapasitas kendaraan.
Ruang yang masih tersedia dapat digunakan untuk membawa barang dari pelanggan lain dengan tujuan atau rute yang searah.
Misalnya, Anda ingin mengirim beberapa koli barang dengan berat total 300 kg. Jumlah tersebut tentu belum membutuhkan satu truk penuh.
Daripada menyewa kendaraan khusus, barang dapat dikirim menggunakan sistem LTL bersama muatan lainnya.
Karena menggunakan sebagian kapasitas kendaraan, biaya LTL umumnya dihitung berdasarkan beberapa faktor seperti berat, volume, jenis barang, dan kota tujuan.
Sistem ini banyak digunakan dalam layanan cargo karena memberikan fleksibilitas kepada pelanggan yang ingin mengirim barang tanpa harus menyewa satu kendaraan penuh.
Apa Perbedaan FTL dan LTL?
Perbedaan FTL dan LTL yang paling utama terletak pada penggunaan kapasitas kendaraan.
Berikut gambaran sederhananya:
| Faktor | FTL | LTL |
|---|---|---|
| Penggunaan kendaraan | Khusus satu pelanggan | Berbagi dengan pengiriman lain |
| Jumlah barang | Menengah hingga besar | Kecil hingga menengah |
| Perhitungan biaya | Umumnya berdasarkan kendaraan | Umumnya berdasarkan berat atau volume |
| Rute perjalanan | Lebih langsung | Dapat mengikuti rute konsolidasi |
| Proses handling | Relatif lebih sedikit | Bisa melalui lebih banyak proses handling |
| Fleksibilitas kendaraan | Tinggi | Mengikuti operasional ekspedisi |
| Cocok untuk | Muatan besar atau kebutuhan khusus | Pengiriman reguler yang belum memenuhi truk |
Tidak ada pilihan yang selalu lebih baik.
FTL dapat lebih efisien untuk pengiriman dalam jumlah besar, sedangkan LTL biasanya lebih ekonomis apabila jumlah barang masih relatif sedikit.
Kelebihan dan Kekurangan Pengiriman FTL
Sebelum menggunakan sistem Full Truck Load, Anda perlu memahami kelebihan dan keterbatasannya.
Kelebihan FTL
Salah satu keunggulan utama FTL adalah kendaraan digunakan khusus untuk satu pengiriman.
Hal ini memberikan beberapa keuntungan.
1. Cocok untuk barang dalam jumlah besar
Ketika barang sudah menggunakan sebagian besar kapasitas kendaraan, FTL dapat memberikan biaya pengiriman yang lebih efisien.
2. Perjalanan lebih langsung
Kendaraan dapat berangkat dari titik pengambilan menuju tujuan tanpa perlu menunggu banyak muatan tambahan.
3. Mengurangi proses handling
Barang tidak terlalu sering dipindahkan atau dibongkar untuk proses konsolidasi dengan kiriman lain.
4. Lebih fleksibel
Anda dapat menyesuaikan jenis kendaraan berdasarkan volume dan karakteristik barang.
Kekurangan FTL
FTL juga tidak selalu menjadi pilihan terbaik.
Jika jumlah barang hanya sedikit, biaya satu kendaraan khusus bisa terasa lebih mahal dibandingkan menggunakan sistem LTL.
Karena itu, pemilihan ukuran kendaraan menjadi penting agar kapasitas kendaraan tidak terlalu banyak terbuang.
Kelebihan dan Kekurangan Pengiriman LTL
Untuk pengiriman dengan jumlah barang yang belum terlalu besar, LTL memiliki beberapa keuntungan.
Kelebihan LTL
1. Lebih ekonomis untuk muatan kecil
Anda tidak perlu membayar satu kendaraan penuh ketika hanya menggunakan sebagian ruang truk.
2. Cocok untuk pengiriman rutin
Bisnis yang rutin mengirim beberapa koli barang dapat menggunakan sistem LTL tanpa harus menunggu barang terkumpul hingga satu truk penuh.
3. Fleksibel untuk berbagai jumlah muatan
LTL cocok untuk pengiriman mulai dari beberapa koli hingga barang dengan berat ratusan kilogram atau lebih, tergantung kebijakan ekspedisi.
Kekurangan LTL
Karena kendaraan membawa beberapa kiriman, proses pengiriman dapat melibatkan konsolidasi atau bongkar muat tambahan.
Jadwal pengiriman juga dapat menyesuaikan rute operasional perusahaan ekspedisi.
Karena itu, LTL lebih cocok ketika Anda mengutamakan efisiensi biaya dan tidak membutuhkan satu kendaraan khusus.
Kapan Sebaiknya Menggunakan FTL?
FTL dapat menjadi pilihan yang tepat ketika barang Anda membutuhkan kapasitas kendaraan yang cukup besar.
Pertimbangkan menggunakan FTL jika:
- Barang memenuhi sebagian besar kapasitas truk
- Anda ingin menggunakan kendaraan khusus
- Barang membutuhkan penanganan tertentu
- Pengiriman memiliki jadwal khusus
- Anda mengirim stok dalam jumlah besar
- Barang memiliki volume besar meskipun beratnya tidak terlalu tinggi
Sebagai contoh, sebuah distributor ingin memindahkan stok barang dari gudang Jakarta ke cabang di Pekanbaru.
Jika barang tersebut membutuhkan hampir seluruh ruang kendaraan, menggunakan sistem FTL dapat lebih praktis dibandingkan menghitung tarif setiap kilogram.
Kapan Sebaiknya Menggunakan LTL?
LTL lebih cocok ketika jumlah barang belum membutuhkan satu kendaraan penuh.
Anda dapat mempertimbangkannya apabila:
- Barang hanya terdiri dari beberapa koli
- Berat dan volume barang masih relatif kecil
- Ingin menekan biaya pengiriman
- Tidak membutuhkan kendaraan khusus
- Mengirim barang secara rutin
- Jadwal pengiriman cukup fleksibel
Sebagai contoh, sebuah toko ingin mengirim 300 kg barang dari Jakarta menuju Palembang.
Jika menyewa satu truk khusus, sebagian besar ruang kendaraan kemungkinan tidak terpakai. Dalam kondisi tersebut, sistem LTL biasanya lebih masuk akal.
Contoh Perbedaan Pengiriman FTL dan LTL
Agar lebih mudah dipahami, mari kita gunakan dua contoh sederhana.
Contoh Pengiriman FTL
Sebuah perusahaan memiliki puluhan koli barang dengan volume yang hampir memenuhi satu truk.
Perusahaan juga ingin barang langsung dikirim menuju gudang tujuan.
Dalam kondisi tersebut, menggunakan satu kendaraan khusus melalui sistem FTL dapat memberikan fleksibilitas lebih baik.
Contoh Pengiriman LTL
Sebuah toko online ingin mengirim 10 koli dengan berat total 250 kg.
Barang tersebut hanya menggunakan sebagian kecil ruang truk.
Daripada menyewa satu kendaraan penuh, toko dapat menggunakan layanan cargo LTL sehingga hanya membayar berdasarkan jumlah muatan yang dikirim.
FTL atau LTL, Mana yang Lebih Murah?
Jawabannya tergantung jumlah dan karakteristik barang.
Untuk muatan kecil, LTL biasanya lebih ekonomis karena Anda hanya menggunakan sebagian kapasitas kendaraan.
Namun, ketika jumlah barang semakin besar, tarif LTL yang dihitung berdasarkan berat atau volume dapat mendekati bahkan melebihi biaya menyewa kendaraan khusus.
Pada kondisi tersebut, FTL dapat menjadi pilihan yang lebih efisien.
Karena itu, jangan hanya membandingkan tarif per kilogram.
Pertimbangkan juga:
- Berat barang
- Volume barang
- Jenis kendaraan
- Kota tujuan
- Jenis barang
- Proses bongkar muat
- Kebutuhan waktu pengiriman
Dengan menghitung keseluruhan kebutuhan tersebut, Anda dapat menentukan metode yang lebih ekonomis.
Cara Memilih Antara FTL dan LTL
Jika masih bingung menentukan pilihan, kami menyarankan beberapa langkah sederhana.
1. Hitung berat barang
Ketahui total berat seluruh barang yang akan dikirim.
2. Hitung volume barang
Barang ringan tetapi berukuran besar dapat memakan banyak ruang kendaraan.
3. Perhatikan jenis barang
Beberapa jenis barang membutuhkan penanganan atau kendaraan tertentu.
4. Tentukan tujuan pengiriman
Rute pengiriman dapat memengaruhi ketersediaan layanan dan biaya.
5. Tentukan kebutuhan waktu
Jika membutuhkan perjalanan khusus, FTL dapat memberikan fleksibilitas lebih besar.
6. Bandingkan biaya
Bandingkan total tarif cargo LTL dengan biaya menyewa kendaraan khusus.
Jika selisihnya tidak terlalu besar dan jumlah barang sudah cukup banyak, FTL bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Pilihan Pengiriman FTL dan LTL Bersama CMC Express
Setiap pengiriman memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada pelanggan yang hanya ingin mengirim beberapa koli barang, tetapi ada juga perusahaan yang membutuhkan satu truk khusus untuk mengangkut muatan dalam jumlah besar.
CMC Express menyediakan layanan pengiriman cargo darat untuk berbagai kebutuhan tersebut.
Untuk barang dengan jumlah yang belum membutuhkan satu kendaraan penuh, Anda dapat menggunakan layanan cargo dengan perhitungan tarif sesuai ketentuan pengiriman.
Sedangkan untuk kebutuhan barang dalam skala besar, kami juga menyediakan Jasa Sewa Truk yang dapat disesuaikan dengan jenis dan kapasitas muatan.
Dengan memilih sistem pengiriman yang sesuai sejak awal, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan kendaraan sekaligus mengontrol biaya pengiriman.



